SUBANG Kabupaten Subang, Jawa Barat, merasakan geliat kedamaian yang lebih nyata sepanjang tahun 2025. Data terbaru dari Polres Subang menunjukkan adanya tren positif yang membanggakan, di mana angka kriminalitas mengalami penurunan signifikan sebesar 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Ini adalah kabar baik yang patut dirayakan oleh seluruh masyarakat Subang.
Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian ini. "Sepanjang 2025, kami mencatat ada 663 kasus tindak pidana yang ditangani. Angka ini menurun drastis dari 757 kasus di tahun 2024, yang berarti ada penurunan sebanyak 94 kasus, " ujarnya di Subang, Rabu (31/12/2025).
Penurunan angka kejahatan ini bukan hanya sekadar statistik, melainkan cerminan dari kerja keras dan dedikasi jajaran kepolisian yang terus berupaya menjaga keamanan wilayah. Berbagai jenis kejahatan menunjukkan tren penurunan yang menggembirakan. Kasus pencurian dengan pemberatan, misalnya, turun dari 326 menjadi 276 kasus. Begitu pula dengan pencurian dengan kekerasan yang berkurang dari 20 menjadi 15 kasus, dan pencurian kendaraan bermotor yang anjlok dari 22 menjadi hanya 4 kasus.
Tak hanya itu, upaya pemberantasan penyalahgunaan narkoba juga menunjukkan hasil yang positif. Jumlah kasus narkoba berhasil ditekan dari 103 menjadi 98 kasus. "Penurunan kasus kriminalitas pada tahun ini merupakan hasil konsistensi langkah preventif dan penguatan patroli di wilayah hukum Polres Subang, " tegas AKBP Dony Eko Wicaksono.
Lebih lanjut, Kapolres Subang menegaskan komitmen Polres Subang untuk terus mempertahankan dan bahkan meningkatkan tren positif ini. "Ke depan, Polres Subang berkomitmen untuk terus menjaga tren penurunan kriminalitas dengan pelayanan yang profesional, humanis, dan transparan demi terciptanya rasa aman bagi masyarakat, " janjinya.
Kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Subang sepanjang 2025 secara umum dilaporkan cenderung aman dan kondusif. Keberhasilan ini diakui tidak lepas dari peran serta aktif berbagai pihak. "Kondisi itu terwujud atas sinergi pihak kepolisian atau Polri, TNI, pemerintah daerah, serta peran aktif masyarakat, " pungkas AKBP Dony Eko Wicaksono. (PERS)

Updates.